Langsung ke konten utama

PENTINGNYA BELA NEGARA BAGI GENERASI MUDA

 

        Generasi muda saat ini harus dibekali tidak hanya pendidikan karakter, tapi juga semangat tentang nilai-nilai bela negara, sesuai amanat Inpres No.7 Tahun 2018 tentang RAN Bela Negara Tahun 2018-2019. Karena merekalah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa ke depannya. Demikian pernyataan Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam, Arief P. Moekiyat dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kesadaran Bela Negara dengan tema “Konsepsi Internalisasi Nilai-Nilai Bela Negara di Lingkungan Pendidikan dan Pramuka” di Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019).

        “Generasi muda ini harus kita bekali bukan saja pendidikan karakter tapi semangat bagaimana nilai-nilai bela negara, yaitu Cinta tanah air, Sadar berrbangsa dan bernegara, Setia kepada Ideologi Pancasila dan Rela Berkorban, harus betul-betul tertanam. Karena merekalah nanti yang akan menjadi generasi penerus kita, sehingga mereka harus memahami sejarah perjuangan bangsa dan mengetahui tujuan bernegara,” ujar Arief.

        Bela negara merupakan salah satu upaya pertahanan, pembelaan negara serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara baik menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam negara maupun memajukan bangsa melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa.

        Sebagaimana dalam pasal 27 ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara." dan pasal 30 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara." Kesadaran akan bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan rela berkorban dalam membela negara. Dengan melaksanakan bela negara tersebut merupakan bukti kecintaan warga negara terhadap tanah air dan merupaka wujud dari warga negara bahwa ia berbakti pada nusa dan bangsa.

        Fungsi dari bela negara yaitu menjaga keutuhan wilayah NKRI, merupakan kewajiban bagi setiap warga negara, dan merupakan panggilan sejarah dari para pejuang kemerdekaan RI. Dengan adanya bela negara, maka negara akan kuat dan tidak mudah mendapat ancaman dari manapun. Pendidikan bela negara dapat dilakukan dengan hal yang sederhana seperti mengadakan mata pelajaran dan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan bagi anak sekolah dan mahasiswa, dengan adanya Pendidikan Kewarganegaraan, diharapkan anak muda dapat menjadi penerus bangsa yang emas dan berbudaya. Pendidikan lainnya dapat pula dengan mengajarkan anak muda untuk melestarikan budaya Indonesia dan pintar-pintar dalam menyaring budaya barat yang masuk ke Indonesia.

        Indonesia Namun kenyataan saat ini, kesadaran bela negara belum mampu dilaksanakan generasi muda. Generasi Muda melakukan kekerasan pada tahun 2013 total telah terjadi 255 kasus kekerasan yang menewaskan 20 siswa, tahun 2014 Komisi Nasional Perlindungan Anak menerima 2.737 kasus atau 210 setiap bulan dan tahun 2015 angka kekerasan pelakunya antar pelajar/siswa akan meningkat sekitar 12-18 persen. Pada saat ini peristiwa yang melanggar hukum yang dilakukan oleh para generasi muda, para pelajar maupun mahasiswa, maka sangat penting merumuskan permasalahan yaitu; Pertama melemahnya kesadaran bela negara generasi muda ,kedua kesadaran bela bela negara belum optimal dalam kehidupan nasional, Ketiga,belum optimalnya kebijakan kebijakan dalam aktualisasi bela negara serta,Keempat, kurikulum sistem pendidikan nasional masih sedikit memuat materi kesadaran bela negara. Rendahnya perasaan Nasionalisme generasi muda sehinga menimbul ketidakberdayaan generasi muda, untuk melindungi tanah air dan tumpah darah Indonesia, bersikap hedonistis, pragmatis serta terganggunya kelangsungan hidup bernegara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS PERTANIAN PERKOTAAN

Nama : Dido Ari Widodo NPM : 19025010025 Kelas : Agroteknologi A 2019 1. Tuliskan judul tugas terstruktur saudara dan berikan uraian singkat.  Judul: Pemanfaatan Lahan Kosong, Teras Rumah dan Hobi Sebagai Contoh Penenrapan Pertanian Perkotaan. Potensi lahan kosong di permukiman perkotaan sangat tinggi untuk dikembangkan secara produktif untuk mewujudkan lingkungan binaan yang berkelanjutan. Pada narasumber pertama yaitu pemilik Arafah Garden, yang berfokus pada penanaman buah tin. Kebun buah tin ini terletak diantara permukiman yang padat penduduk. Narasumber sendiri menerapkan pertanian perkotaan sebagai hobi, yang memberikan ide untuk mengelola lahan kosong yang berada di depan rumahnya. Survey kedua dilakukan di suatu perkampungan yang memanfaatkan jalan perkampungan sebagai tempat hidroponik. Rata-rata disetiap rumah di kawasan perkampungn tersebut sudah menerapkan pertanian perkotaan dengan sistem hidroponik. Alasan kenapa dipilih hidroponik ialah karena hidroponik tida...
Pemanfaatan Lahan Kosong, Teras Rumah Dan Hobi Sebagai Contoh Penerapan Pertanian Perkotaan. 1.Dido Ari Widodo (19025010025) 2. Nanda Defi Anita (19025010026) 3. Daffa Wildanu AP. (19025010027 )             A.     Pendahuluan Pertanian perkotaan sudah banyak dilakukan, dimana masyarakat baik perorangan maupun kelompok memiliki tujuan yang berbeda – beda mengapa menerapkan pertanian perkotaan. Banyak alasan yang masyarakat lontarkan mulai dari karena adanya lahan kosong, keadaan teras yang kosong atau pemanfaatan teras, hoby, mengembangkan ilmu, menambah pemasukan, sebagai kejaan sampingan, mempercantik teras dengan menanam bunga dalam bentuk hidroponik dan lain – lain. Siapappun warga kota bisa melakukan aktivitas pertanian kota. Aktivitas pertanian kota bisa dilakukan baik secara perseorangan maupun secara berkelompok. Secara perseorangan, ...